Kekurangan di sini termasuk mentalitas, kalau boleh mengistilahkan saya sebut gojak-gajek atau ragu-ragu. Seorang teman di daerah saya yang kini jadi pengusaha sukses, sempat diberi label underestimate oleh kerabat dan tetangganya saat ia hendak memulai usaha.
Ia berkisah, kala itu banyak yang menganggap dirinya hanya buang-buang uang dan tenaga. ''Apa laku? Wong, sudah banyak toko dan mall yang jualan barang seperti itu,'' ujarnya, menirukan omongan orang seputar usaha yang dirintisnya.
Tapi ia tak peduli. Sejak lulus sekolah ia memang bermimpi jadi pengusaha. Cuma, mimpi itu tak sekedar tinggal mimpi. Karena, dia berani stop dreaming dan start action, namun tetap mengacu pada perhitungan-perhitungan dan rencana yang terkonsep matang.
Hasilnya, usahanya berkembang pesat. Hanya berjalan beberapa tahun sudah balik modal dan tinggal menikmati rupiah yang mengalir ke pundi-pundinya. Kehidupannya pun berbalik 180 derajat. Dari yang kemana-mana naik motor butut jadi mobil seharga ratusan juta.
Rumah yang awalnya tipe 36 berubah megah dan mewah. Ia juga mampu membeli tanah cukup luas untuk pengembangan usahanya. ''Buang keraguan dan berani memulai,'' saran dia saat saya ajak sharing seputar bisnis.
Persoalannya, memotivasi agar berani start action dan stop dreaming itu bagi sebagian orang mungkin tidak mudah. Di sinilah perlunya mengubah cara pandang di dalam diri sendiri atau (jika tidak salah) istilahnya self reframing.
Tekniknya antara lain belajar dari kegagalan, mensyukuri apa yang telah didapatkan selama ini, berpikir positif, mengerjakan sesuatu dengan senang hati, dan sebagainya.
Maka, sekaranglah saatnya stop dreaming start action.
Kontak Saya
__________________________
Ia berkisah, kala itu banyak yang menganggap dirinya hanya buang-buang uang dan tenaga. ''Apa laku? Wong, sudah banyak toko dan mall yang jualan barang seperti itu,'' ujarnya, menirukan omongan orang seputar usaha yang dirintisnya.
Tapi ia tak peduli. Sejak lulus sekolah ia memang bermimpi jadi pengusaha. Cuma, mimpi itu tak sekedar tinggal mimpi. Karena, dia berani stop dreaming dan start action, namun tetap mengacu pada perhitungan-perhitungan dan rencana yang terkonsep matang.
Hasilnya, usahanya berkembang pesat. Hanya berjalan beberapa tahun sudah balik modal dan tinggal menikmati rupiah yang mengalir ke pundi-pundinya. Kehidupannya pun berbalik 180 derajat. Dari yang kemana-mana naik motor butut jadi mobil seharga ratusan juta.
Rumah yang awalnya tipe 36 berubah megah dan mewah. Ia juga mampu membeli tanah cukup luas untuk pengembangan usahanya. ''Buang keraguan dan berani memulai,'' saran dia saat saya ajak sharing seputar bisnis.
Persoalannya, memotivasi agar berani start action dan stop dreaming itu bagi sebagian orang mungkin tidak mudah. Di sinilah perlunya mengubah cara pandang di dalam diri sendiri atau (jika tidak salah) istilahnya self reframing.
Tekniknya antara lain belajar dari kegagalan, mensyukuri apa yang telah didapatkan selama ini, berpikir positif, mengerjakan sesuatu dengan senang hati, dan sebagainya.
Maka, sekaranglah saatnya stop dreaming start action.
Kontak Saya
__________________________



















