Maaf, Saya Memilih Poligami

Istri satu ternyata tak membuat saya puas. Saya akhirnya memilih poligami. Ya. Saya punya istri kedua. Adakah yang kurang dari istri pertama saya? Baiklah, tak jelaskan alasan saya poligami, dan maaf jika mungkin menyinggung kaum wanita. Meski, Astrid saja malah ingin dijadikan yang kedua...hehehe.
Memang, saya akui istri pertama saya cantik, smart, dan kadang humoris. Selain itu, hohoho...dia juga sexy. Cuma, dia itu kurang bisa diajak cari duit. Makanya, saya akhirnya cari istri kedua. Selain usianya masih muda dan fresh, dia tampaknya bisa diandalkan untuk mengais rejeki.

Apa kuat stamina sampean punya istri dua? Tenang, saya punya triknya untuk bercinta dengan istri-istri saya. Yaitu dengan 'posting terjadwal'. Senin, Rabu, Jumat dengan istri pertama. Selasa, Kamis, Sabtu dengan istri kedua. Minggu turun mesin...wkwkwkwk!!!

Eits, jangan salah sangka. Istri-istri itu cuma untuk menganalogikan blog-blog saya. Istri pertama saya ya blog ini. Sedangkan istri kedua blog baru saya yang berbasis wordpress.

Maka dari itu, sejak beberapa hari terakhir saya getol belajar wordpress. Apa bisa? Saya selalu optimis dan positive thinking, blogspot saja bisa, masak sih wordpress nggak bisa. Dalam hal perblogan, bagi saya, impossible is nothing, yang artinya jangan makan kabel dan gunting..eh..tak ada yang tak mungkin.

Mohon support dan doanya semoga kedua blog itu bisa membuat saya makin semangat ngeblog dan bikin dunia perblogan menjadi lebih berwarna.
bean melet

Photobucket




Related Post