
Terus terang agak sulit mencari padanan kata branding dalam bahasa Indonesia. Biar gampang kita artikan saja pencitraan diri. Bagi sebuah blog, pencitraan diri itu penting untuk mengangkat popularitas. Walaupun, banyak blogger yang ngeblog tanpa memikirkan apakah nanti blognya akan ngetop atau tidak. Mindset seperti itu juga perlu dihargai.
Kembali ke
Pernah ke Joger? Produsen kaos bermarkas di Bali itu juga memiliki brand kuat. Branding yang dilakukan di antaranya melalui slogan ‘pabrik kata-kata’. Dan, mengingat kaos yang dijual umumnya berisi kata-kata atau gambar lucu, pernak-pernik yang dipasang di gerai Joger pun dirancang bernuansa humor. Pada ruangan yang menjual kaos anak misalnya, pintu masuknya seukuran anak-anak. Dan, di bagian atas diberi tulisan_jika tak salah_ ‘hanya untuk rakyat kecil’ (maksudnya anak-anak).
Dari pengamatan saya, beberapa blog populer umumnya memiliki brand yang kuat. Misalnya blog Kang Rohman dengan branding sebagai blog tutorial, Mas Kendhin dengan tips dan trik ngeblognya, atau Cosa dengan SEO dan monetize blog-nya.
Blog dengan branding kuat lainnya yang pantas dikedepankan adalah Ndorokakung. Ciri khas blog ini adalah penggunaan gaya bahasa yang Jawa banget, dengan penulisan yang mengalir enteng. Dan, tak jarang bikin orang tergelak, karena disertai joke-joke segar.
Memang, content is the king. Jika konsisten menjaga kualitas postingan, apa pun blognya, siapa pun blogger-nya, popularitas akan mengikuti dengan sendirinya. Banyak blog yang tanpa teknik SEO segala macam tapi trafiknya tinggi. Itu karena postingannya memang 'berisi' dan memiliki brand yang kuat. Meski, kadang hanya mengangkat topik yang ringan-ringan.
Dari teori yang saya ketahui, branding juga bisa dilakukan melalui pemilihan disain blog yang pas. Contoh, jika sebuah blog mengangkat artikel seputar musik, ya sebaiknya background-nya gambar/foto yang tak jauh-jauh dari musik. Sebab, kesan pertama seharusnya begitu menggoda.
Namun di sisi lain, don't judge the book just from the cover. Yang artinya: jangan menyimpan buku pak hakim di dalam koper. Eh bukan. Jangan menilai buku hanya dari sampulnya. Belum tentu sebuah blog yang tampilannya sederhana bahkan ancur, postingannya tak bermutu.
Sekian. Keep blogging.




















